kebanyakan keajaiban bermula dari tulisan. Entah itu cerita, puisi, atau gagasan besar. Tulisan tidak akan pernah mati, entah oleh otorianisme, kekuatan, atau kekuasaan. Bahkan tulisan tak kan mati bersama mati penulisnya. Maka akupun menulis…

Kisah Dayang Ogan Ilir (satu)


Kau masih ingat tidak?. Dulu itu beberapa tahun silam, saat pertama kita manginjakkan kaki di kerajaan ogan ilir?. Saat kita masih berstatus jelatawan dan jelatawati. Masih abdi dalem. Juru kunci makam dan juru kunci pegunungan, jauh sebelum mbah maridjan kesohor, kita sudah punya mbah mamanridjan abdi dalem ogan ilir.

mamanridjan
Zaman dulu sekali itu, aku belum mengenal kalian, begitu juga kalian belum mengenal aku. Wajar saja, kita berada di ruang-ruang berbeda, tempat nongkrong yang berbeda. Kita dulu adalah budak mode, hamba zaman, penyembah berhala materialisme. Wajar saja kita ini layak disebut jelata, bagaimana tidak, kita -bahkan- tidak tahu bagaimana bersikap kepada orang tua, berjalan yang benar, berpakaian yang pantas, dan bergaul yang elegan.
Kita dulu primitif sekali. Berpakaian mengumbar aurat, berbicara tinggi kepada orang tua, berjalan lenggak lenggok, seperti menjajakan tubuh dan berduaan saja dengan lawan jenis yang belum halal. itu adalah Zaman-zaman kegelapan, sebelum kita dibaiat dan di approve sebagai darah biru kerajaan ogan ilir, diangkat bertahap dari penjaga gerbang, kemudian koordinator urusan dapur, tukang tempel pengumuan para raja, sampai akhirnya sekarang menjadi kandidat serius pangeran. Bagaimana tidak hebat ? rakyat jelata. Pribumi sekali. Tiba-tiba menjadi pewaris takhta yang berdarah biru sekali. Seperti lady Diana, kurang lebih. Read the rest of this entry »

LELAKI SEMESTA ( Sebuah Sinopsis)


Chapter I (Sumber Energi)

Pernah aku ceritakan kepadamu tentang mereka. Tentang sahabat-sahabat sakti mandraguna. Mereka itu pusaran air membahana, di samudera manusia. Mereka berputar sekilat cepat. Menghasilkan gelombang menendang-nendang. Berkelebat. Tapi, aku belum ceritakan kepadamu poros pusaran itu, bukan?. Jika mereka sebegitu hebat, lantas siapa yang memutar nya, memberi mereka energi sedimikian dahsyat?

 Jangan pernah kau kira lelaki yang akan kuceritakan itu, adalah sosok yang memegang tongkat membaca mantera. Atau lelaki bersayap yang bisa mengangkat berton-ton material. Atau lelaki dengan produk kecanggihan paling mutakhir. Bukan semua nya. Mereka tak kelihatan hebat benar bagiku. Laki-laki ini hanya sosok biasa. Bisa marah, benci dan merana. Tapi tak tahu aku, kenapa hanya dengan pena berwarna dia bisa merubah realita, mengobrak abrik bongkahan karat jiwa, racun rancu, dan mengangkat degradasi iman, yang dikorupsi zaman setingkat-setingkat.

 Dulu aku dan sahabat itu melingkar mengelilingi mereka. Karena poros itu bukan Cuma satu dua. Banyak jumlahnya, bahwa mereka sahabat hebat itu bukan kerumunan kecil sepuluh dua puluh. Ramai mereka. Bahwa mereka bukan jenis lelaki sahaja. Bukan Cuma pangeran-pangeran yang bersekongkol, tapi juga bidadari-bidadari perkasa yang tak kenal cerita-cerita dusta. Dengan lingkaran dan poros yang semakin melebar mengguncang. Itu sebabnya aku bilang mereka ini, perkasa bukan main.

 Chapter II (Terbang melanglang)

Aku kirimkan maafku pada kalian, lewat angin. Aku meminta maaf sebenar- benarnya, ketika aku ‘menuduh’ kalian hanya akan menjadi pangeran dengan teritori kecil di daerah tempat imanku dibesarkan. Sekali lagi aku minta maaf. Tidak ada salah jika peradaban, kalian mulai disana. Tetapi, dalam hati kecilku, kukatakan, kalian lebih pantas untuk daerah yang jauh lebih menjanjikan petualangan. Berlarian dibibir pantai, atau menggali jejak-jejak sejarah di bumi para nabi, atau negeri orang-orang istimewa lain. Pergilah ke negeri yang jauh-jauh itu. Jejalkan kaki, bekaskan jejak. Biar semua tahu, bahwa sumber energi itu sedemikian dahsyat untuk sebuah teritori kecil, karena energi yang kita bawa adalah energi untuk semesta, melintasi batas geografi.

 Mari mulai bangun, dan merinci rencana satu-satu, meretas jalan sukses. menebas ilalang, membuka jalan setapak, biar kaki pecah-pecah oleh kerikil, keringat sepenuh wajah. Kabut akan menghalang, pandang mata kian pendek, ruas tubuh mulai rapuh, tapi ujung jalan belum juga tampak. Maka ingatlah, bahwa dulu, kita pernah berjanji, menggapai sesuatu yang orang anggap mimpi. Tapi tidak demikian dengan kita, yakin sangat kita, akan energi membara dalam tubuh yang siap membakar apa-apa saja penghalang. Rapal saja do’a, dongak wajah ke atas, tunduk hati berserah. Dan nanti dalam terbangunmu, mimpi itu terbentang telah jadi nyata. Energi itu teman, sekali lagi. Terlalu dahsyat. Sangat. Read the rest of this entry »

Panggil aku laki-laki


ayah-anak

Mari merunut. Entah sejak kapan jiwa kita ini, mulai dipasung cinta. Sedari kecil mungkin. Ketika Tuhan mulai mengizinkan setan kecil yang botak dan tolol, untuk menghembus mimpi-mimpi yang tidak sehat, khayalan yang kurang ajar, dan fantasi murahan lain. Semenjak itu pula, kita mulai berdiskusi dengan jiwa kita sendiri. Tentang perasaan yang mengharu biru tak tentu. Dan tentang pengertian cinta dalam versi kita, dan kita berkesimpulan, cinta kadang-kadang memang tak perlu definisi.

Maka teori cinta mengalir semaunya dikepala kita. Sebagian orang mengartinya dengan jutaan wajah bergonta ganti, sebagian sedemikian tolol untuk mengunci rapat satu nama. Yang jelas kita tak bisa mewakilinya dalam diksi-diksi murahan. Cinta itu suci. Putih. Dan kekelaman jiwa kita, tak mampu menerobos artinya walau secuil saja. Read the rest of this entry »

Mencari Pangeran Ogan Ilir..serial ke2


Belum lagi dhuha datang, dan mentari mengelus wajah, saya kaget bukan kepalang. Ternyata brosur yang saya sebarkan sebagai seorang consultant politik dan Tim pemenangan salah satu kandidat pangeran ogan ilir, memacu amarah warga yang tidak terima. Dengan alasan bahwa pangeran haruslah terlahir dari kandung ogan ilir sendiri. Haruslah putra daerah, kata mereka. Tidak boleh anak tiri yang bertahta. Dan banyak lagi argumentasi menyeruak beribu-ribu di tambah beberapa celaan yang diluar kontekstual, misalnya seperti pada gambar berikut ini

tolak-oka

Tak habis pikir saya… WANTED ” For Crimes Against Humanity And The Planet”. Ah berlebihan sekali mereka. Primordial. hembusan isu sekelompok yang memiliki visi terselebung untuk mengeruk kekayaan ogan ilir yang disinyalir mempunyai potensi minyak sangat besar? Mungkin sekali. Khas Ala Amerika menyerang Irak.

Sebenarnya, benar sekali, bahwa ogan ilir memiliki beberapa kandidat pangeran potensial.saya tak pernah menyangkal. Saya hanya perlu beberapa waktu khusus untuk meneliti perkembangan mereka akhir-akhir ini, dan menuliskan dengan dedikasi kepada anda, pembaca sekalian. Biar jelas. Transparan. dan anda dapat menilai sendiri kinerja mereka selama ini. dan inilah tulisan saya tentang mereka. . Read the rest of this entry »

Mencari Pangeran Ogan Ilir….


pangeran-oi1<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>

Mencari Pangeran Ogan Ilir….

sepanjang hidup kita, tak selalu kita dapat menemukan orang-orang seperti ini. Sekalipun diantara kerumunan banyak. Mereka adalah orang-orang yang mengumpulkan kebaikan-kebaikan yang terserak. Mereka menggabungkan antara pesona fisik, kematangan berpikir, dan leadership menonjol. Itu sebabnya aku selalu mengagumi mereka. Memandangi punggung mereka yang berasa kian jauh.

Dulu aku pernah mendengar cerita dari teman-temanku. Mereka bilang, dulu itu waktu kita-kita belum dilahirkan pada bumi yang semakin tak bisa dimengerti ini, kita berada disurga. Entah setiap hari apa disurga terjadi pembagian-pembagian kebaikan, hari senin pembagian ketampanan, besoknya pembagian kepintaran, lusanya pembagian rezeki, yang jelas disana tidak ada pembagian BLT yang kacau meracau ga jelas itu. Sebegitu banyak nya perebutan pembagian, sampai-sampai dorong mendorong terjadi. Singkatnya, anda-anda yang sedang membaca tulisan ini, saya yakin orang yang terjatuh di antara kejal kerasnya kompetisi perebutan itu. Itu juga yang menjelaskan kenapa wajah anda, kepribadian anda, dan kepintaran anda jauh dari standard. Anda-anda sekalian ini, sayang nya hanya kebagian waktu pembagian paket narsisme, ah pada bagian ini anda telak dapat memangku narsisme. Ah, kasihan sekali anda-anda . Sudah sedemikian parah, masih juga tak menyadari. Read the rest of this entry »

Laki laki yang membangun dari bata satu Satu


Keringat sebelanga itu tak kan mampu menghentinya. Jilatan matahari pun juga bukan aral yang cadas nian. Baru setengah kepala muncul matahari, dia mulai membangun kembali. Membangun rumah dari bata yang satu-satu. sedemikian hebat lelaki ini, dia menyelesaikan karya nya. Walau tak sepenuhnya seperti kisah membangun seribu candi dalam satu hari, tetap saja ini kisah paling sakti dari lelaki yang membagun rumahnya satu-satu. Ini kisah tekad dan cinta yang tak diucap kata. Dinding rumah itu bercerita, bagaimana dia membangun pondasi, merata lantai, meninggi atap. Dia membangun sendiri. Betul-betul sendiri. Rumah yang dihuni anak istri. Mungkin terlalu mahal untuk membayar pekerja sementara dia pria sederhana, yang merapal hidup dari serakan receh. Rumah mungil itu jadi. Bukan benteng apalagi istana. Hanya rumah sederhana, tapi lihat apa yang diajarkannya. Sekali lagi, Ini kisah tekad dan cinta. Read the rest of this entry »

….Mari ke ujung sana


Aku Tak kan bisa kita memutar waktu ke belakang. Membolak balik lembar lusuh yang kita pernah lewati, pada jalan-jalan panjang kota untuk sekedar berteriak tentang kedustaan. Atau pada masa saat kita larikan gemuruh ide pada ujung pena, pada warung pecel dalam diskusi ngawur tetapi bertenaga.

Lembaran silam adalah kisah heroism, yang aku, kamu dan kita buat. Paling tidak untuk diri kita sendiri. Yang nanti kita ceritakan kepada anak-anak, cucu, cicit kita atau kita telan sendiri ketika kita lapar akan idealisme. Kalian yang mengajarkan itu dulu. Mengajarkan bagaimana menghancurkan karang dengan tinju. Mengajarkan bagaimana membangun tangga ke langit. Dan mengajarkan kepadaku sosok yang sebelumnya tak pernah aku kenal.

Aku selalu mengenang itu pada diari kehidupan ku yang baru. Kita yang terpisah mulai hidup dalam rimba kedustaan, kita akan merasa asing disana. Tak ada yang menceritakan konstruksi langit untukku lagi, juga tak ada yang memegang tangan pada rapuh ruas-ruas kaki ini. Roda berputar, kita segera menemukan kisah-kisah yang dulu kita bahas sehari penuh sambil berselonjoran. Mungkin ini tiba masa dimana gua-gua gelap menyelubungi kita. Ini babak baru, alunan baru, simphoni kehidupan yang harus kita lewati, walau tanpa kalian. Read the rest of this entry »

Sahabat para ombak


Seperti itulah mulanya, aku, kau dan semua adalah air. maka kita tumbuh pada tubuh yang juga didominasi air, pada bumi yang sekujurnya air. maka kita ini teman, adalah tetesan air dalam laut sejarah.

Seperti  itulah awalnya. Aku adalah air tergenang . Najis dalam aturan air. Buruk dalam aturan rantai aliran. Dan disana, dibumi tempat sujud pertamaku, aku mulai menemukan fakta bahwa air yang bergumul adalah sebuah tenaga, dia adalah ombak yang meluluh hadangan apapun didepannya, dia juga genangan yang menghancurkan, atau desiran indah yang mengagumkan.

Maka kita yang tergenang itu, tergerus sebuah arus besar, ya kita diseret ombak, kita mulai bertemu dengan tetesan-tetesan yang menggairahkan, riak bersuara dalam diam orang-orang apatis. Bergerak menderu menghantam karang kemunafikan. Dan seketika tenang untuk mengumpulkan tenaga.

Read the rest of this entry »

PNS, BUMN, SWASTA ?


Dulu itu, saya sempat ditanya teman saya. “ka, nanti kerja dimana?”, saya bingung jawabnya. Klo saya ini pinter, tentu saya akan menjawab “ lihat dulu perusahaan mana yang menjanjikan”. Nah faktanya! Anda tahu sendiri, saya ini dulu waktu kuliah, menjadwalkan dalam satu semester itu harus mengisi absen satu bulan, selebih dari itu tidak, maka nya itu, saya ini –merasa- representasi dari sebagian besar alumnus universitas di indonesa dengan kualifikasi; anti lab dan perpustakaan kuliah, suka berbicara mengenai masalah hot issue di politik sampai gosip seleb terkini

Nah, klo pertanyaan tersebut melanda sodara, saya kasih beberapa penjelasan sederhana dari ketiga tersebut, siapa tahu, karena sodara pinter jadi bisa milih?

1. Klo sodara jadi PNS, saya bilangin ya, sodara itu bakal susah miskin, tetapi sodara itu lebih susah lagi kaya

2. Klo sodara jadi karyawan BUMN, saya bilangin ya, sodara itu bakal susah kaya, tetpi sodara itu lebih susah lagi miskin

3. Klo sodara jadi karyawan swasta, yang susah itu saya, wong terlalu banyak kemungkinan, lah terus saya ngomong apa, sodara jadi kaya? Mungkin, klo sodara kerja di perusahaan swasta luar misalnya, terus kerja dimasalah ekplorasi energy, terus klo saya bilang sodara bakal miskin, terus situ sewot, dibilang menghina jadi gimana??? Ya urusan sodara, orang masuk salah satunya aja susah. Pasrah aja deh, saya tahu sodara itu ga pinter2 amat, tau coba jalur laen? Jadi pengusaha?? Gimana tawaran saya? Mau nginvest ke saya? (lho kok jadi bisnis neeh)… pokok nya gitu ya.!

Read the rest of this entry »

Nah itu, jadi pengangguran?..Bagian Doea.Tamat.


Itu dia, saya gelisah dirumah. Merasa bersalah. Kita ini para pengangguran pasti merasa ga nyaman. Lhoo tetangga saya itu pada bilang gini.”waduh, kuliah jauh2, pulang juga kesini, eh katanya sih, karena ga dapat pekerjaan”. Saya kontan marah, orang jenius kayak saya ini, yang bisa segala jenis algoritma dan matematika dibilang ga ada pekerjaan. Saya ini pinter nambah, ngurang,kali, kuadrat, yang saya tidak kuasai itu membagi, karena saya pikir membagi itu ngurangin jatah aja. Emangnya saya politisi yang suka bagi2 duit ga jelas n sibuk membahas bagi2 kekuasaan padahal kontrak politik koalisinya ga jelas.

Dari sana saya merenung tentang banyak hal, berpikir dalam, bermuram durja nestapa tak tentu arah, tidur ga kenyang, bersemedi dalam alam pikiran jiwa belaka entahlah…??? (maksudnya?), berharap Tuhan menurunkan ide yang menghantam kening saya, yang tiba2 membuat saya pintar berbisnis dan kaya raya, muda poya-poya mati masok sorga, oh indahnya….

Read the rest of this entry »